BeritaMahasiswa

Desi Anggi Ramadhani: Mahasiswa KPI, Santri Darussalam, Wisudawan Terbaik FUD

Mahasiswa KPI kembali meraih prestasi. Kali ini datang dari Desi Anggi Ramadhani yang dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik FUD. Desi mendapat predikat cumlaude dengan IPK 3,84. Desi menulis skripsi dengan judul “Strategi Kreatif Branding Provider Digital by.U melalui Media Sosial Instagram @byu.id dalam Meningkatkan Brand Awareness“.

Prodi KPI berkesampatan ngobrol secara daring dengan Desi setelah ia diwisuda.

“Selalu mempersiapkan diri dengan baik dari awal. Ketika kita sudah berada pada posisi tertentu, kita harus menjalaninya dengan tekun dan bertanggung jawab. Menjadi wisudawan terbaik bukan hanya dinilai dari tugas akhir yang sempurna melainkan melalui proses panjang dari semester awal perkuliahan. Maka dari itu, setiap langkah yang kita tempuh akan sangat berarti untuk menuju puncak. Kita harus selalu bertanggung jawab dalam setiap langkah yang kita ambil, lakukan semua yang dengan baik,” jawab Desi ketika ditanya kiat jadi mahasiswa unggul dan berprestasi. Beberapa waktu lalu Desi menyabet FUD Award 2021.

Desi berpesan kepada para mahasiswa KPI yang saat ini masih kuliah. “Untuk kalian yang sedang menempuh perkuliahan di semester berapapun. Kamu belum terlambat, lakukan yang terbaik di masa-masa perkuliahan yang menyenangkan dan challenging ini. Fokus pada langkahmu, jangan membanding-bandingkan langkahmu dengan yang lain. Karena kamu tidak bisa menjadi orang lain, tapi kamu bisa menjadi versi terbaik bagi dirimu sendiri.”

Selama kuliah di prodi KPI UIN RM Said Surakarta, Desi mondok di Pesantren Darusalam. Desi masuk pesantren karena mengikuti pesan orangtuanya. Sang ibu ingin anaknya tidak kuliah saja, tapi juga ngaji di pondok. “Ibuk sanjang: nek nggur kuliah ki wis terlalu umum, tapi sing ngaji karo kuliah kui arang,” tutur Desi mengenang pesan ibunya.

Kuliah di prodi KPI meninggalkan kesan mendalam bagi Desi. “Saya sangat berterimakasih kepada prodi KPI dan seluruh dosen yang telah mengajar saya. Selama perkuliahan di KPI, saya bisa melawan rasa takut saya. Dari yang nggak berani tampil di depan umum, jadi berani tampil di depan umum. Diajak nge-MC pak Iqbal salah satu event di Solo, ketemu dengan banyak orang-orang hebat dari beragam profesi. Karena semua tugas yang diberikan selalu memiliki bobot challenge yang berbeda. Dan semua itu mengasyikkan. Terlebih lagi, proses penyelesaian skripsi yang diminta penguji utama untuk melakukan observasi langsung ke ibukota.Terimakasih banyak untuk prodi KPI. Perjalanan S1 saya menjadi sangat berharga.”

Ketika ditanya langkah selanjutnya setelah lulus dari UIN RM Said Surakarta, Desi menjawab ingin lanjut S2 di UNS. (AZZ)

Sumber foto: Humas UIN RM Said

Leave a Reply

Your email address will not be published.