BeritaDosenMahasiswa

159 Mahasiswa UIN RM Said Surakarta Ikuti Mentoring Kewirausahaan Islami di Tawangmangu

Karanganyar (24/10). 159 mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN RM Said Surakarta mengikuti kegiatan mentoring kewirausahaan Islami di villa Giri Mulyo Tawangmangu 23-24 Oktober 2021.  Acara ini menghadirkan 5 narasumber baik praktisi maupun akademisi, yaitu Agus Sriyanto (Kaprodi KPI), Damar Sri Prakoso (akademisi dan jurnalis), Danang Bangkit (marketing PT. Meiji JPN area Jatim), Kartika Mardikaningrum (pelaku usaha Omah Mahar Solo), dan Indah Apriliyani (alumni KPI).

Danang Bangkit selaku koordinator acara menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan mentoring ini sebagai forum berbagi pengalaman terkait praktik kewirausahaan yang dilakukan oleh para narasumber. Acara ini diharapkan dapat memberikan bekal berupa pemahaman pada teori, sikap dan praktek mahasiswa KPI UIN Raden Mas Said Surakarta, saling berbagi pengalaman dengan para pembicara yang mumpuni, 

Dalam sambutannya Agus Sriyanto menyatakan bahwa mahasiswa harus mempunyai multi talenta, seperti fotografi, videografi, membuat press release, membuat artikel untuk bekal setela lulus nanti. “Diera serba digital ini mahasiswa KPI harus mempunyai bakat multi talenta, misal fotografi, videografi, membuat press release. Ini menjadikan nilai plus dan menjadi bekal ketika mahasiswa lulus nanti. Kegiatan ini dilakukan juga untuk menunjang Belajar Merdeka, Kampus Merdeka,” ungkap Agus.

Sementara Kartika Mardikaningrum memberi gambaran peluang usaha membuat mahar pengantin. “Peluang membuat mahar pengantin masih terbuka luas, belum banyak usaha membuat mahar ini. Ketika musim pengantin tiba, kami sampai kuwalahan menerima order yang begitu banyak. Maka jika mahasiswa mau menggeluti usaha ini, bisa kami bantu,” kata Dika.

Sementara itu Damar Sri Prakosa, menyatakan dalam berwirausaha pentingnya  mempunyai nilai tambah (value) pada produk kita. Selain itu, ketika berwirausaha harus pinter-piternya mencari peluang dalam pasar, jangan sampai melewatkan kesempatan. Karena, kesempatan tidak datang dua kali. “Dalam berwirausaha kita harus mempunyai value, karena value, sangat berpengaruh pada minat pembeli serta harga produk, intinya yang wajib di lakukan adalah konsep marketingnya itu harus pinter-piternya mencari peluang dalam pasar, kesempatan tidak datang  dua kali,” kata Damar.

Indah Apriliyani, pembicara dari Alumni Prodi KPI UIN RM Said Surakarta mengatakan bahwa, cara pandang akan mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup. Dalam berwirausaha, kita harus mempunyai growth mindset. Yaitu cara berpikir berkembang, tumbuh dan terbuka. Siap menerima tantangan dan pelajaran baru yang belum pernah dikuasai. Tahan menghadapi rintangan dan tidak banyak mengeluh. Melihat usaha sebagai bagian untuk menjadi mahir. Mau menerima nasihat dan belajar dari kritikan. Mendapatkan pelajaran dan inspirasi dari kesuksesan orang lain.

Alfian Theo Sheva mewakili mahasiswa mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi sekali, karena memberikan cakrawali bisnis bagi mahasiswa tidak hanya belajar tetapi juga bisa membuka usaha sampingan. “Acara ini sangat bagus dan bermanfaat bagi kami, ternyata dari bisnis rumahan bisa menghasilkan omset yang besar, seperti membuat mahar pengantin, ini membuka wawasan cakrawali bagi kami dan teman teman,” ungkap Alfian

Di hari kedua (Minggu) mahasiswa melakukan prsentasi dari hasil observasi lapangan dan wawancara ke UKM di sekitar Grojogan Sewu seperti penjual souvenir, bunga, makanan ringan, warung, Villa/penginapan sampai usaha toilet.

(Agus S, Kaprodi KPI UIN RM Said Surakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published.